Lompat ke konten

Warga Perbatasan Jagoi Babang Keluhkan Penutupan Akses Barang Malaysia Jelang Hari Raya

Bengkayang, gongkalimantan.com – Aktivitas lintas batas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dikeluhkan warga. Sejak kebijakan pelarangan membawa barang belanja dari Malaysia diberlakukan, masyarakat setempat mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.


Keluhan itu mencuat pada 12 Februari 2026. Warga menyebut kebijakan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa sosialisasi yang jelas. Selama ini, aktivitas keluar masuk ke Serikin, Malaysia, telah menjadi rutinitas masyarakat perbatasan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga dengan harga yang relatif terjangkau.

“Biasanya kami bebas belanja kebutuhan pokok ke Malaysia. Sekarang tidak diperbolehkan membawa barang masuk. Ini sangat memberatkan,” ujar seorang tokoh masyarakat perbatasan yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, kebijakan itu berdampak langsung terhadap perekonomian warga kecil, terlebih menjelang hari raya besar keagamaan. Harga bahan pokok di dalam negeri disebut cenderung lebih tinggi, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah semakin terhimpit.

Warga menilai akses belanja lintas batas merupakan “urat nadi” ekonomi masyarakat Jagoi Babang yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Mereka berharap pemerintah dapat membuka kembali akses atau memberikan kebijakan khusus sambil menunggu optimalisasi operasional Pos Lintas Batas Negara Jagoi Babang.

Masyarakat berharap solusi segera diambil agar aktivitas ekonomi kembali normal dan warga perbatasan tetap bisa bertahan hidup di wilayah terdepan Indonesia tersebut.
Penulis: A. Sanip


Eksplorasi konten lain dari Gong Kalimantan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.