
Gongkalimantan.com — Pelaksanaan program pembangunan jaringan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) di bawah naungan Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) Kalimantan Barat menuai sorotan tajam. Program yang menelan anggaran miliaran rupiah ini disinyalir mengalami ketidaksesuaian spesifikasi teknis hingga dugaan pemotongan anggaran di tingkat penerima manfaat.

Berdasarkan temuan dan informasi di lapangan, ditemukan adanya indikasi pengerjaan yang diduga tidak memenuhi standar teknis yang tertuang dalam dokumen perencanaan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pada salah satu titik lokasi pengerjaan, ditemukan cetakan cor dinding jaringan irigasi yang hanya menggunakan potongan besi sepanjang sekitar 1 meter dengan diameter sekitar 6 mm.
Tak hanya persoalan teknis konstruksi, disparitas anggaran yang mencolok juga terungkap. Dari keterangan ketua kelompok penerima program yang diwawancarai, dari total pagu anggaran sebesar Rp195 juta per titik, nilai yang diduga benar-benar dialokasikan dan digunakan untuk pekerjaan fisik lapangan hanya berkisar Rp90 jutaan.

Persoalan ini berpotensi berdampak sistemik mengingat skala program yang terbilang masif. Dengan estimasi lebih dari 1.000 titik lokasi program jaringan irigasi P3A yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat dan pagu rata-rata Rp195 juta per titik, total nilai alokasi anggaran secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp195 miliar.
Selain itu, muncul dugaan adanya praktik permintaan ‘fee’, pengerukan biaya jasa, maupun pungutan tertentu yang dibebankan kepada kelompok penerima program maupun koordinator lapangan oleh oknum-oknum terkait.
Atas rangkaian temuan tersebut, pihak awak media telah melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi resmi kepada Kepala Satuan Kerja (Satker) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) P3A BWSK Kalbar.
Upaya klarifikasi ini diajukan untuk menuntut transparansi dan akuntabilitas dari BWSK Kalbar terkait:
Kesesuaian Spesifikasi Teknis: Kejelasan penggunaan material besi 6 mm dan kesesuaian cetakan cor dinding irigasi terhadap gambar kerja serta RAB.
Pengawasan & Pertanggungjawaban Anggaran: Rincian mekanisme pencairan, riil alokasi fisik, serta kejelasan mengenai selisih anggaran Rp100 juta per lokasi.
Validasi Data Titik Lokasi: Kepastian jumlah titik pengerjaan yang sebenarnya beserta realisasi anggaran menyeluruh dari total alokasi yang diperkirakan mencapai Rp195 miliar.
Dugaan Pungutan liar :Tanggapan resmi terkait isu adanya permintaan fee/jasa kepada kelompok penerima maupun koordinator program
Ditempat terpisah saat sore hari awak media temukan bagian Dokumentasi lapangan pihak Balai saat bincang terkait P3A DiDesa Bemban paling banyak titik kegiatan P3A yaitu 19 titik selain itu pihak balai tersebut menyebut nama salah satu anggota DPR RI yang punya Pokir yaitu H.Juliansyah.
Hingga berita ini diturunkan, ruang hak jawab dan penjelasan resmi masih dibuka penuh bagi Satker dan PPK P3A BWSK Kalbar guna memastikan bahwau program publik ini berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat petani setempat.
Team Redaksi: dokan SE
Eksplorasi konten lain dari Gong Kalimantan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.